



taken from Kompas

terfavorit di Indonesian Movie Award. film ini berani menyajikan cerita yg tidak biasa, biasa yg aku maksud disini yaitu kecendrungan film2 Indo yg latah berkutat di tema percintaan level remaja dan horor (bukannya anti sih, tp kok gitu smua...,) . Empat jempol deh. tengah taun ini jg bakal keluar sekuel barunya. sip.
Suatu ketika ada seorang pendeta yang sedang mengadakan kunjungan rutin ke jemaatnya. Kali ini dia berkunjung ke rumah seorang nenek yang sudah tua. Bapak pendeta ini melihat ada sebuah tempat makanan meja yang berisi kacang. "Apakah Anda tidak berkeberatan saya memakan kacang itu?", kata pak pendeta. "Oh, tidak apa-apa... makan saja," sahut si nenek. Cerita punya cerita, tidak terasa satu jam berlalu. Kacang di tempat makanan itu sudah habis tak bersisa. Sambil sedikit malu pak pendeta ini berkata, "Wah, maaf ya, saya tidak bermaksud untuk menghabiskannya, sebenarnya saya hanya ingin memakan sebagian saja," katanya. Dengan santainya si nenek berkata, "Oh, tidak apa-apa, sejak saya kehilangan gigi-gigi saya, saya hanya bisa menjilati coklat yang ada di kacang-kacang itu."
gat perlahan. Setelah ber-jam² akhirnya dia sampai juga di puncak pohon. Kemudian dari puncak pohon dia melompat ke udara dan melambai lambaikan kedua kaki depannya, lalu jatuh gedebug ketanah dengan keras. Lalu pingsan... Setelah siuman dari pingsannya, dia mulai lagi memanjat pohon tadi, kemudian melompat lagi keudara dan jatuh gedebug lagi ketanah. Begitu dilakukan kura² kecil itu hingga berurang kali,
obil, menunggu sambil baca koran.Tak lama play boy yang tadi keluar dari apotek, sambil membawa sebungkus obat, dan begitu masuk mobil, berseru, "Gila! Yang jaga di apotek tak pakai BH!"




Moga2 2009 ada keajaiban yang membuat Sentul kebagian jatah. Bakal bela2in ke bogor deh.