Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 26, 2008

Ngejayus Part 5

Nenek Lincah
Suatu ketika ada seorang pendeta yang sedang mengadakan kunjungan rutin ke jemaatnya. Kali ini dia berkunjung ke rumah seorang nenek yang sudah tua. Bapak pendeta ini melihat ada sebuah tempat makanan meja yang berisi kacang. "Apakah Anda tidak berkeberatan saya memakan kacang itu?", kata pak pendeta. "Oh, tidak apa-apa... makan saja," sahut si nenek. Cerita punya cerita, tidak terasa satu jam berlalu. Kacang di tempat makanan itu sudah habis tak bersisa. Sambil sedikit malu pak pendeta ini berkata, "Wah, maaf ya, saya tidak bermaksud untuk menghabiskannya, sebenarnya saya hanya ingin memakan sebagian saja," katanya. Dengan santainya si nenek berkata, "Oh, tidak apa-apa, sejak saya kehilangan gigi-gigi saya, saya hanya bisa menjilati coklat yang ada di kacang-kacang itu."

Belajar Terbang
Seekor kura² kecil sedang memanjat pohon dengan sangat perlahan. Setelah ber-jam² akhirnya dia sampai juga di puncak pohon. Kemudian dari puncak pohon dia melompat ke udara dan melambai lambaikan kedua kaki depannya, lalu jatuh gedebug ketanah dengan keras. Lalu pingsan... Setelah siuman dari pingsannya, dia mulai lagi memanjat pohon tadi, kemudian melompat lagi keudara dan jatuh gedebug lagi ketanah. Begitu dilakukan kura² kecil itu hingga berurang kali,
sementara sepasang burung yang hinggap di dahan pohon itu terus mengawasi kura² kecil yang sudah sekarat kesakitan itu. Tiba tiba burung betina berkata kepada burung jantannya "Mas.., saya rasa sudah waktunya kita berterus terang kepada kura² kecil kita kalau dia itu kita adopsi".

Teman yg Baik
Dua orang playboy sedang mengendarai mobil, berhenti di depan sebuah apotek. Seorang dari mereka turun, menuju apotek, yg satu lagi tetap di mobil, menunggu sambil baca koran.Tak lama play boy yang tadi keluar dari apotek, sambil membawa sebungkus obat, dan begitu masuk mobil, berseru, "Gila! Yang jaga di apotek tak pakai BH!"
"Apa?" kata play boy yg nunggu di mobil, sambil meneteskan air liur. "Kenapa gak panggil saya tadi? Siapa namanya?"
"Karyono".

Invasi oleh Letter "T"



Tatkala temperatur terik terbakar terus tersebar, tukang tempe tetap tabah. "Tempe-tempe", teriaknya. Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, "Tahu-tahu-tahu!"


"Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!", timpal tukang tempe. Tukang tahu tidak terima,"Tempenya tengik, tempenya tawar,tempenya terjelek!" Tukang tempe tertegun, terhenyak, "Teplakkk...!" tamparannya tepat terkena tukang tahu.


Tapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe. Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, "Tidak takut!!!" tantang tukang tahu.


Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak. Tukang tahu terjerembab "Tolong...tolong...tolong...!",teriaknya terdengar tinggi. Tak lama, tukang tempe teruskan teriakannya, "Tempe...tempe....tempe...!